IMG_2078
Jika anda lihat foto diatas mungkin anda tidak percaya, kok bias salju turun ketika terik panas matahari menyengat bumi, yah tentu saja itu bukan salju, foto diatas merupakan foto-foto yang saya ambil di penambangan batu putih di pengunungan kapur yang terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Sumenep.
Sudah puluhan tahun tempat ini menjadi mata pencaharian bagi para penduduk sekitar untuk dijadikan tempat mengaup rupiah dari aktifitas menambang batu, para penambang disini masih menggunakan alat-alat sederhana seperti gergaji, palu dsb. Untuk dijadikan alat memotong batu dari gundukan gunung kapur, coba anda bayangkan berapa tahun lagi gunung ini akan habis ?
IMG_2095
Disini terdapat beberapa penambangan batu putih dengan berbagai macam jenis, jika dibagi dengan alat penambangan disini bisa dibagi dua yaitu penambangan dengan alat modern dan penambangan dengan alat tradisional, mereka sama-sama mencari untung dengan mengeruk batu kapur yang ada di pegunungan ini.
Nah jika anda senang dengan fotografi tempat ini cocok dijadikan tempat foto-foto karena pemandangannya yang bagus dan tempat ini bersebarangan dengan laut pantura pulau Madura yang dikenal indah dengan gugusan bibir pantai pasir putih yang membentang sepanjang bibir pantai ini dan juga merupakan terusan dari Pantai Badur dan Pantai Lombang.
IMG_2098
Jika anda tertarik silahkan datang ke Desa Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep dan rasakan sendiri keindahannya.

Sumber : http://plat-m.com/salju-di-sumenep/
api abadi pamekasan

Wisata Api Abadi, merupakan salah satu obyek wisata yang juga selalu ramai dikunjungi saat berada di Pamekasan. Lokasinya terletak di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan yang berjarak 4 Km dari pusat kota dengan prasarana jalan yang cukup baik, juga telah tersedia kios dan artshop. 
 Obyek ini memiliki daya tarik baru dengan mengandalkan keajaiban alam berupa Api Abadi atau Api Alam, dimana api ini berasal dari dalam tanah apabila di gali akan uncul api dengan sendirinya. Atraksi wisata yang bisa kita lakukan, yaitu bisa membakar sendiri jagung, ikan dll yang kita bawa atau bisa kita beli disekitar obyek. Selain api alam terdapat juga sumber air belerang yang konon katanya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit kulit, bahkan peneliti mengatakan air belerang ini bisa dijadikan bahan untuk kosmetik. 
Sesuai dengan namanya, wisata Api Abadi ini merupakan sumber api yang selalu menyala tanpa henti, meski turun hujan, api yang keluar dari sumbernya ini akan tetap menyala. Api akan padam saat terjadi hujan badai yang sangat deras, dan akan kembali menyala saat hujan reda. Sungguh potensi alam yang luar biasa. Setiap titik api yang ada di desa tersebut dikelilingi oleh pagar besi. Di sekitar lokasi, tampak penduduk lokal menjajakan jagung yang bisa di bakar sendiri oleh pengunjung di atas api. Tidak heran, bahwa obyek wisata ini selalu banyak dikunjungi di setiap akhir pekan atau pada hari biasa.
 Api yang terdapat di setiap titik api ini memiliki nyala api yang biru layaknya api dari kompor gas dengan kualitas yang bagus. Penduduk sekitarpun memanfaatkannya sebagai sarana memasak dan untuk kepentingan lainnya dalam desa. 
Masyarakat lokal mengkaitkan keberadaan obyek wisata tersebut dengan cerita legenda Ki Moko yang dianggap orang pertama yang menemukan api alam dan sumber air belerang di Dusun Jangkah. Setiap malam bulan Purnama lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi karena terdapat pertunjukan pencak silat. Obyek wisata Api Tak Kunjung Padam ini dijadikan sebagai lokasi perkemahan bagi pelajar maupun mahasiswa.


berikut videonya





dan ini tempatnya jika dilihat darii google map


motor bodong
Aparat kepolisian, khususnya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dituntut melakukan pengawasan ekstra di Pelabuhan Kalianget, menjelang lebaran Idul Fitri 2015.
“Pada hari biasa, para pelaku mungkin kesulitan memasok motor bodong (tanpa dilengkapi surat-surat, red) ke pulau, tapi pada momen lebaran ini, bisa saja dijadikan kesempatan, karena warga pulau banyak yang memaketkan kendaraannya,” kata Sarkawi (50), warga sekitar Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Sabtu (4/7/2015).
Menurut dia, para pelaku pemasok motor tanpa dilengkapi surat-surat atau dokumen resmi akan menggunakan segala cara, sehingga aparat kepolisian perlu ekstra melakukan pengawasan di pelabuhan.
“Tolong, setiap kendaraan yang akan dikirim ke pulau periksa surat-suratnya, sehingga wilayah kepulauan tidak dijadikan tempat motor bodong,” tegasnya.
Sebelumnya, petugas menurunkan empat kendaraan bermotor yang diduga bodong dari salah satu perahu layar motor. Langkah itu, dinilai sudah tepat dan perlu terus ditingkatkan.
Sementara, Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana, melalui Kasubag Humas Polres AKP Hasanuddin mengaku telah menerjunkan 10 orang petugas untuk membantu tugas-tugas polsek dan polair Kalianget.
“Setiap kali ada kapal yang mau berangkat kepulau, mereka mengecek setiap barang yang akan dikirim,” katanya.(hartono)
batu akik naga 10 miliar
Harga batu akik yang tergolong unik bermunculan diberbagai daerah di Indonesia. Harga pun cukup fantastik.
Salah satunya, jenis batu akik naga milik warga Dusun Kabbuan Timur, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur dibandrol Rp 10 miliar.
Harga tersebut lebih murah dibanding akik naga milik warga Dusun III, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan-Langkat yang memasang harga Rp18 miliar (dilansir Sumut Pos-Grup JPNN, Kamis (13/2/2015).
Batu akik serupa milik warga Nagan Raya, Aceh, dibandrol hingga Rp20 miliar dan sudah ditawar Rp3 miliar (dilansir  Rakyat Aceh-Grup JPNN, Kamis (6/3/2015).
“Saya pasang harga sepuluh miliar. Kalau dibanding dengan nilai seni dan batu akik serupa di daerah lain, batu akik naga yang saya ini jauh lebih murah,” kata Risna (45), pemilik batu akik naga di Sumenep, Selasa (24/3/2015).
Batu akik naga yang dimiliki merupakan pemberian dari leluhurnya yang diberikan secara turun temurun dan sudah berumur ratusan tahun. Ia mengaku sengaja akan menjual karena untuk kepentingan dakwa yakni pembangunan sebuah masjid yang sedang digarap.
“Kalau laku, sebagian dari dana itu untuk pembangunan masjid. Semoga Allah meridlai,” pungkasnya.(Hartono)



sumber : http://portalmadura.com/milik-warga-sumenep-batu-akik-naga-dibandrol-rp10-miliar-29270
Arya Wiraraja
Madura Barat
  • Pangeran Tengah 1592-1621. Saudara dari:
  • Pangeran Mas 1621-1624
  • Pangeran Praseno / PangĂ©ran Tjokro di Ningrat I / Pangeran Cakraningrat I 1624-1647. Anak dari Tengah dan Ayah dari:
  • Pangeran Tjokro Diningrat II / Pangeran Cakraningrat II 1647-1707, Panembahan 1705. Ayah dari:
  • Raden Temenggong Sosro Diningrat / Pangeran Tjokro Diningrat III / Pangeran Cakraningrat III 1707-1718. Saudara dari:
  • Raden Temenggong Suro Diningrat / Pangeran Tjokro Diningrat IV / Pangeran Cakraningrat IV 1718-1736. Ayah dari:
  • Raden Adipati Sejo Adi Ningrat I / Panembahan Tjokro Diningrat V / Pangeran Cakraningrat V 1736-1769. Kakek dari:
  • Raden Adipati Sejo Adiningrat II / Panembahan Adipati Tjokro Diningrat VI / Pangeran Cakraningrat VI 1769-1779
  • Panembahan Adipati Tjokro Diningrat VII / Pangeran Cakraningrat VII 1779-1815, Sultan Bangkalan 1808-1815. Anak dari Tjokro di Ningrat V dan Ayah dari:
  • Tjokro Diningrat VIII / Pangeran Cakraningrat VIII, Sultan Bangkalan 1815-1847. Saudara dari:
  • Panembahan Tjokro Diningrat IX / Pangeran Cakraningrat / Sultan Bangkalan 1847-1862. Ayah dari:
  • Panembahan Tjokro Diningrat X/ Pangeran Cakraningrat X / Sultan Bangkalan 1862-1882.
  • Pangeran Trunojoyo, Pahlawan Madura salah seorang keturunan Kerajaan Madura Barat dalam memberontak pemerintahan VOC di Jawa dan Madura
Madura Timur
  • Prabu Arya Wiraraja, Adipati Sumenep I pada tahun 1269 dan sebagai salah satu tokoh pendiri Kerajaan Majapahit bersama Raden Wijaya.
  • Pangeran Secadiningrat I
  • Pangeran Secadiningrat II
  • Pangeran Secadiningrat III Adipati Sumenep XIII tahun 1415 - 1460
  • Pangeran Secadiningrat IV Adipati Sumenep 1460 - 1502
  • Pangeran Secadiningrat V Adipati Sumenep 1502 - 1559
  • Raden Tumenenggung Ario Kanduruan Adipati Sumenep 1559 - 1562
  • Pangeran Lor dan Pangeran Wetan Adipati Sumenep 1562 - 1567
  • Pangeran Keduk I Adipati Sumenep 1567 - 1574
  • Pangeran Lor II Adipati Sumenep 1574 - 1589
  • Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro I menjadi Adipati Sumenep 1589 - 1626
  • Kanjeng R. Tumenggung Ario Anggadipa Adipati Sumenep 1626 - 1644
  • Kanjeng R. Tumenggung Ario Jaingpatih Adipati Sumenep 1644 - 1648
  • Kanjeng Pangeran Ario Yudonegoro Adipati Sumenep 1648 - 1672
  • Kanjeng R. Tumenggung Pulang Jiwa dan Kanjeng Pangeran Seppo Adipati Sumenep 1672 - 1678
  • Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro II Adipati Sumenep 1678 - 1709
  • Kanjeng R. Tumenggung Wiromenggolo Adipati Sumenep 1709 - 1721
  • Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro III Adipati Sumenep 1721 - 1744
  • Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro IV Adipati Sumenep 1744 - 1749
  • Raden Buka Adipati Sumenep 1749 - 1750
  • Kanjeng R. Ayu Rasmana Tirtanegara dan Kanjeng R. Tumenggung Tirtanegara Adipati Sumenep 1750 - 1762
  • Kanjeng R. Tumenggung Ario Asirudin / Pangeran Natakusuma I (Panembahan Somala) Sultan Sumenep tahun 1762 - 1811
  • Sultan Abdurrahman Paku Nataningrat I (Kanjeng R. Tumenggung Abdurrahaman) Sultan Sumenep 1811 - 1854
  • Panembahan Natakusuma II (Kanjeng R. Tumenggung Moh. Saleh Natanegara) menjadi Adipati Sumenep 1854 - 1879
  • Kanjeng Pangeran Ario Mangkudiningrat Adipati Sumenep 1879 - 1901
  • Kanjeng Pangeran Ario Pratamingkusuma Adipati Sumenep 1901 - 1926
  • Kanjeng Pangeran Ario Prabuwinata Adipati Sumenep 1926 - 1929